Aku Bukan Pemberontak
Posted on 13. Jul, 2008 by JB Red in Serba Serbi
Oleh Lian Agustina
CERPEN -JB-II-Juli-2008. Di balik batangan-batangan besi berkarat nampak jelas bagiku seorang perempuan depanku yang lemah seperti ku saat ini, dan tak kuasa untuk menolak kenyataan pahit di dalam hotel prodeo. Kepekatan, kegelapan, kesunyian serta kekerasan adalah sahabat sejati ku dalam mengarungi hidup. Entah aku juga bingung, apa yang hendak dicari manusia selain harta dan kekuasaan. Keduanya benar-benar mendominasi alam raya ini. Seketika juga terbesit di otakku yang mulai kumal dengan pertanyaan-pertanyaan gila. (more…)
Frantz Fanon: The Issue of Decolonization and The Psychopathology of Colonization
Posted on 11. Jul, 2008 by JB Red in Serba Serbi
VIDEO-JB-I-SEPTEMBER-2008. His works have inspired anti-colonial liberation movements for more than four decades. Frantz Fanon (July 20, 1925 – December 6, 1961) was a psychiatrist, philosopher, revolutionary, and author from Martinique. He was influential in the field of post-colonial studies and was perhaps the pre-eminent thinker of the 20th century on the issue of decolonization and the psychopathology of colonization.
Bahasa Madura dalam Ruang Pemaknaan The Others
Posted on 11. Jul, 2008 by JB Red in Kabar Budaya
UBLIK-JB-II-Juli-2008. Pernah Nonton acara Din Brodin? Bagi masyarakat Jawa Timur yang punya pesawat televisi dan bisa menangkap gelombang Stasiun J-TV pasti pernah liat atau setidaknya mendengar tentang Din Brodin. Sebuah komedi situasi yang menampilkan tokoh bernama Brodin, orang yang ditampilkan sebagai sosok beretnis Madura dengan logat yang khas, lucu, konyol, lengkap dengan berbagai atribut “nyentrik” Madura ; songkok hitam, kaos loreng dan celana kolor hitam. Dalam panggung entertainment, khususnya pada aspek bahasa dan logat, Madura memang sering diproduksi sebagai komoditas humor. Waktu kecil kita mungkin juga mengenal sosok Mbok Bariyah, sang penjual rujak cingur dalam film Boneka Si Unyil. Dalam komedi Srimulat kita juga mengenal tokoh Kadir, yang menjadi lucu karena logat Madura-nya.
Seorang kawan Madura, sebut saja namanya Livo, mengaku merasa tersinggung melihat logat Madura hanya dijadikan bahan humor di televisi. Baginya fenomena seperti ini adalah pelecehan terhadap etnisnya. Sebenarnya tidak hanya Bahasa Madura yang sempat dijadikan sebagai bahan komedi, Bahasa Jawa Solo dan Bahasa Banyumas juga sering diperlakukan serupa dalam panggung hiburan. Hanya saja, tontonan tantang ke-Madura-an mungkin dirasakan lebih sensitif karena hal ini tidak hanya berkenaan dengan logat dan dialeg, lebih dari itu, ke-madura-an memiliki sensitivitas yang mengarah kepada ras dan etnis.
Sastra Jawa dan Politik Kebudayaan
Posted on 11. Jul, 2008 by JB Red in Wacana Budaya
TADARUS-JB-II-Juli-2008 Sastra Jawa sebagai khasanah pemikiran yang berkembang, rupanya memiliki akar kekuatan dan khasanah yang luas atas sejarah perkembangan Jawa. Keberadaan serat-serat Jawa kuno merupakan representasi dari Jawa pada zaman itu. Sekaligus sebagai alat legitimasi untuk pengukuhan identitas Jawa. Betapa tidak, hampir seluruh kejadian di Jawa pada saat itu senantiasa diceritakan lewat karya sastra. Manifestasi cerita-cerita itu berupa tembang, mantra, suluk dan lain sebagainya. Seperti kebanyakan munculnya karya sastra yang lain, sastra Jawa timbul berawal dari adanya ketimpangan. Akan tetapi tidak sedikit sastra Jawa yang muncul untuk memperkuat sistem pemerintahan yang berkuasa pada saat itu. (more…)



Komentar Terbaru