16 responses to “Kilas Sejarah Syeikh Jumadil Kubro”

  1. leo TM deh...

    mantaf!, saya ngefans deh sama syeikh jumadil kubro. pelan tapi pasti, itulah hisup yang harus kita segani…

  2. Zen

    :::Syaikh Jumad al Kubra, terlahir dia awal abad ke-16 di BuKares Eropa,berbadan tinggi besar, mata coklat bening, hidung mancung bengkok spt petruk, kulit sangat putih, rambut dan jenggot berwarna coklat kemerahan spt bulu singa

    Putra dari Syaikh Kassah Al Ferghani bin Syaikh Jamaludin Hussein..Mursyid Tarekat Kubrawwiyah yg ber Ba’iat kpd Syaikh Sayyid abdullah Barzisyabadi ( adik tiri Syaikh Ibrahim as-Samarkandy atau ayah Raden Ali Rahmatullah )

    Ibu beliau adalah putri saudagar di BUlgaria,kota Kozhak di hulu sungai Wolga yg bermuara ke laut Kaspia

    :::Syaikh Jumad al Kubra, sejak umur 9 tahun diasuh Syaikh Sayyid abdullah Barzisyabadi dan diganti namanya dari TARAS menjadi ” Jumad al Kubra ”

    bermula dari tugas guru ruhani nya Syaikh Sayyid abdullah Barzisyabadi utk menyampaikan pesan kepada seorang MUJADDID, hingga 30 tahun berkeliling dunia, baru bertemu dgn yg dicari sewaktu mendarat di pelabuhan Surabaya yg waktu itu adipatinya/ walikotanya Raden Kusen

    Shang MUjaddid adalah San-Ali/ Syaikh Abdul Jalil/ Syaikh jabarantas? Syaikh lemah Abang / syaikh siti Jenar yg membimbing beliau sesuai pesan Syaikh Sayyid abdullah Barzisyabad ( 30 thn sbelumnya )i utk ikut berjuang

    1.membantu membuat Pembaharuan TOTAL agidah,tauhid dan pranata sosial saat itu.

    2.termasuk penyebaran islam utk yg kedua kalinya yg gagal dilakukan Oleh Syaikh Al-subakir Al- Farizi dari Iran ( dikalangan musafir ALAS PURWO dipanggil Mbah BAkir )

    3. ikut membantu mewujudkan KONSEP PONDOK PESANTREN yg pertama kali di bhumi Jawa gagasan Syaikh Siti Jenar.
    krn sistem pengajaran agama islam saat itu hanya boleh untuk kalangan kraton / bangsawan

    4. membantu merubah / menyamakan/ tatanan sosial GUSTI/ Majikan dengan KAWULO/ hamba/buruh
    karena saat itu seorang Kawulo tdk berhak punya tanah sendiri
    KONSEP MANUNGGALIng GUSTI KAWOLU dalam tataran SYARI’at

  3. Andi Moch. faisal

    Kalau saya tidak salah, ayahandanya Syeikh Jumadil Al Kubro Bernama Syeikh Jalaludin Al Qubro, di makamkan di Tosara kab. Wajo

  4. Muhammad

    makasih mas browwww,,, atas artikelnya,, dengan ini aku g banyak bertanya-tanya lagi siapa syeh jumadil kubro,,, sukron katsir

  5. duris

    terimakassih atas infonya sangat membantu sekali dlm menambah wawasan saya ttg sejarah perjuangan islam

  6. hermansyah

    terimakasih, sangat bermanfaat untuk menanbah wawasan ttg penyebaran islam di tnh jawa

  7. gach

    tiada kata selain mantap

  8. erwan sofiyan

    terimakasih sobat…

  9. Arif Akbar

    menurut cerita syeikh jumadil kubro paman dari sunan maulana malik ibrahim yang makamnya di gresik.dan syeich siti jenar adalah seorang tokoh kiasan dari para wali, kenapa bisa sampai syeich jumadil kubro di bimbing syeich siti jenar??????konsepnya MANUNGGALING KAWULO GUSTI

  10. Arif Akbar

    Diberdayakan oleh Terjemahan
    Alunan Sholawat – Gus Dur
    GeoCounter
    Blog Info
    Google PageRank Checker Powered by MyPagerank.Net
    [SEO Monitor by MyPagerank.Net]
    Total Pageviews
    116301
    My Facebook
    Joko Susetya Sastrodimedjo

    Create your badge
    BBM Groups
    Photobucket
    Scan Barcode BBM Groups
    Blog Community

    Visit The Haqqani Fellowship
    Mistikus Cinta. Powered by Blogger.
    My IP
    IP
    Visitor Map
    Sufi Link

    Abuahsan.com
    Doy Sufi Art
    eshaykh.com
    Haqqani Indonesia
    Haqqani Surabaya
    Madadul Haqq
    Naqshbandi Sufi Way
    Nur Muhammad
    Sufi Live
    Sufi Meditation Center
    Sufi Muda
    Sufi Road
    The As-Sunnah Foundation of America
    The Haqqani Fellowship
    The Way of Love Rumi

    Sponsored Link

    BlackBerry Magazine
    Islamic Shop
    Java Tourism Guide
    Klinik Komputer
    PC Store Online

    Mistikus Cinta mengucapkan terima kasih atas kunjungannya. Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya, sehingga kita mampu meneladani perjalanan para Awliya Allah.
    Silsilah Sayyid Jumadil Kubro
    Diposting oleh Mistikus Cinta

    Punjer Wali Songo

    Silsilah

    Sayyid Jumadil Kubro bin Sayyid Zainul Khusen bin Sayyid Zainul Kubro bin Sayyid Zainul Alam bin Sayyid Zainal Zainal Abidin bin Sayyid Khusen bin Siti Fatimah binti Rasulullah Muhammad SAW bin Abdullah bin Abdul Mutholib bin Hasyim bin Abdul Manaf bin Qushoyi bin Kilab bin Murota bin Kaáb bin Luayyi bin Gholib bin Fihri bin Maliki bin Nadri bin Kinana bin Khuzaimah bin Mudrika bin Ilyas bin Mudhoro bin Nizar bin Maad bin Adnan bin Uddi bin Udada bin Mukowami bin Nakhuro bin Tairokhi bin Ya’rub bin Yasjub bin Nabit bin Ismail bin Ibrahim bin Tarokha bin Nakhuro bin Syarukho bin Arghu bin Falakho bin Abaro bin Syalakho bin Arfakhsan bin Sami bin Nukh bin Lamaka bin Mutawaslikh bin Idris bin Yarid bin Mahlail bin Qoinani bin Yanasy bin Syits bin Adam Alaihi Sholatuwassalam.

    I. Sayyid Jumadil Kubro dikaruniai tiga putra. Adapun ketiga putra beliau itu adalah :

    Sayyid Ibrahim (Ibrahim As-Samarkhandi)
    Maulana Iskha’
    Sunan Aspadi yang dikawin oleh Raja Rum

    II. Sayyid Ibrahim Bin Jumadil Kubro menikah dengan Dewi Candrawulan Binti Raja Kuntoro Chempa mempunyai 2 orang anak :

    Sayyid Ali Rahmatullah (Sunan Ampel)
    Sayyid Ali Murtadho (Raja Pandhito) R. Santri

    III. Maulana Iskhak Bin Jumadil Kubro menikah dengan Raden Ayu Retno Kusumo Binti Raja Mundiwangi Pajajaran mempunyai 2 orang anak :

    Sayyid Abdul Qodir atau disebut Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati)
    Dewi Saroh (Istri Sunan Kalijogo)

    IV. Maulana Iskhak Bin Jumadil Kubro menikah dengan Dewi Sekardadu Binti Prabu Minak Sembuyu Blambangan mempunyai seorang anak bernama : Raden Paku atau (Sunan Giri)

    V. Sunan Aspadi tidak diketahui karena berada di Kerajaan Rum

    VI. Sayyid Ali Rahmatullah (Sunan Ampel) Bin Sayyid Ibrahim Bin Jumadil Kubro menikah dengan Dewi Candrawati Binti Ariyotejo Adipati Tuban mempunyai 5 orang anak :

    Siti Sariáh (Istri Haji Usman) Sunan Manyuran
    Siti Mutmainnah (Istri Sayyid Muhsin)
    Siti Khofsoh (Istri Sayyid Ahmad)
    Sayyid Maqdum Ibrohim (Sunan Bonang)
    Raden Qosim (Sunan Drajat)

    VII. Sayyid Ali Rahmatullah juga menikah dengan Dewi Karimah Binti Ki Bang Kuning, mempunyai 2 orang anak :

    Dewi Murtasimah (Istri Raden Patah)
    Dewi Murtasiyah (Istri Sunan Giri)

    VIII. Sayyid Ali Murtadho (Raja Pandhito) Raden Santri Bin Sayyid Ibrahim As-Samarkhandi Bin Sayyid Jumadil Kubro menikah dengan Raden Ayu Maduretno Binti Prabu Ariyo Bariben mempunyai 3 orang anak :

    Haji Usman (Sunan Manyuran) Mandalika
    Usman Haji (Sunan Ngudung)
    Nyai Gede Tundo (Istri Sunan Kertoyoso)

    IX. Sayyid Abdul Qodir atau disebut Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) Bin Maulana Iskhak Bin Sayyid Jumadil Kubro menikah dengan Dewi Haisah Binti Raden Jakender (Sunan Malaka) Madura mempunyai 2 orang anak :

    Raden Abdul Jalil disebut Syeikh Siti Jenar tidak mau beristri
    Dewi Sofiyah (Istri Raden Qosim) Sunan Drajat

    X. Sayyid Maqdum Ibrahim (Sunan Bonang) Bin Raden Rahmad (Sunan Ampel) Bin sayyid Ibrahim Bin Sayyid Jumadil Kubro menikah dengan Dewi Hiroh Binti Raden Jakender (juga mertuanya Syarif Hidayatullah) mempunyai seorang anak bernama : Dewi Rukhilah (Istri Sunan Kudus).

    XI. Raden Qosim (Sunan Drajat) Bin Raden Rahmad bin sayyid Ibrahim Bin Jumadil Kubro menikah dengan Dewi Sofiyah Binti Sunan Cirebon mempunyai 3 orang anak :

    Pangeran Trenggono
    Pangeran Sandi
    Dewi Rouyan

    XII. Haji Usman (Sunan Manyuran) Bin Raja Pandhito Bin sayyid Ibrahim Bin Sayyid Jumadil Kubro menikah dengan Siti Sariah Binti Sunan Ampel mempunyai seorang anak bernama : Amir Khasan

    XIII. Usman Haji (Sunan Ngudung) Bin Raja Pandhito Bin Sayyid Ibrahim Bin Jumadil Kubro menikah dengan Dewi Sari Binti Tumenggung Wilatikta mempunyai 2 orang anak :

    Dewi Sujinah (Istri Sunan Muria)
    Amir Haji (Sayyid Ja’far Sodiq) Sunan Kudus

    XIV. Dewi Murtasimah Binti Sunan Ampel Bin Sayyid Ibrahim Bin Jumadil Kubro dinikah oleh Raden Patah Bin Kertawijaya (Brawijaya) mempunyai 5 orang anak :

    Pangeran Purbo
    Pangeran Trenggono
    Raden Bagos Sedokali
    Raden Kenduruhan
    Dewi Ratih

    XV. Nyai Gede Tundo Binti Raja Pandito Bin Sayyid Ibrahim Bin Sayyid Jumadil Kubro dinikah oleh Khalifah Khusen (Sunan Kertoyoso) Madura mempunyai seorang anak bernama : Khalifah Sughro.

    XVI. Siti Mutmainah Binti Sunan Ampel Bin Sayyid Ibrahim Bin Sayyid Jumadil Kubro dinikah oleh Sayyid Muhsin (dari Yaman) beliau adalah murid Sunan Ampel atas perkawinannya mempunyai seorang anak bernama : Amir Khamzah.

    XVII. Siti Khofsoh Binti Sunan Ampel Bin sayyid Ibrahim bin Sayyid Jumadil Kubro dinikah Sayyid Ahmad (Sunan Malaka) beliau adalah murid Sunan Ampel, atas perkawinannya tidak mempunyai anak.

    XVIII. Raden Paku (Sunan Giri) Bin Maulana Ishak Bin Sayyid Jumadil Kubro kelahiran Blambangan menikah dengan Dewi Murtasiyah Binti Sunan Ampel mempunyai 4 orang anak :

    Raden Prabu
    Raden Milyani
    Raden Kuwo
    Dewi Retnowati

    XIX. Raden Sahid (Sunan Kalijogo) Bin Raden Sahur Tumenggung Wilatikta. Beliau adalah murid Sunan Ampel, menikah dengan Dewi Saroh Binti Maulana Ishak Bin Sayyid Jumadil Kubro, mempunyai 3 orang anak :

    Raden Said (Sunan Muria)
    Dewi Rukoiyah
    Dewi Sofiyah

    XX. Raden Said (Sunan Muria) Bin Raden Sahid (Sunan Kalijogo) menikah dengan Dewi Sujinah Binti Usman Haji (Sunan Ngudung) Bin Raja Pandhito Bin Sayyid Ibrahim Bin Sayyid Jumadil Kubro mempunyai seorang putra bernama : Pangeran Santri (Sunan Kadilangu).

    XXI. Raden Amir Haji atau disebut Sayyid Ja’far Sodiq (Sunan Kudus) Bin Usman Haji (sunan Ngudung) Bin Raja Pandhito Bin Sayyid Ibrahim Bin Sayyid Jumadil Kubro menikah dengan Dewi Rukhila Binti Sayyid Maqdum Ibrahim (Sunan Bonang) Bin Sunan Ampel Bin Sayyid Ibrahim Bin Sayyid Jumadil Kubro mempunyai seorang anak bernama : Raden Amir Khasan.

    XXII. Raden Sahur Tumenggung Wilatikta (Tuban) menikah dengan Dewi Nawang Arum Binti Ki Ageng Tarup mempunyai 2 orang anak :

    Dewi Sari (Istri Sunan Ngudung)
    Raden Sahid (Sunan Kalijogo)

    XXIII. Raden Jakender (Sunan Malaka) Madura menikah dengan Dewi Nawang Sari Binti Ki Ageng Tarup mempunyai 2 orang anak :

    Dewi Hisah (Istri Sunan Gunung Jati)
    Dewi Hiroh (Istri Sunan Bonang)

    XXIV. Prabu Kertawijaya (Brawijaya I) mempunyai istri banyak dan anaknya juga banyak sekali, namun yang terkenal dari istri Chempa mempunyai 3 orang anak :

    Prabu Hadi (Istri Adipati Doyoningrat)
    Lembu Peteng Madura
    Raden Kukur

    Dari istri Ponorogo mempunyai anak :

    Betoro Katong (Ponorogo)
    Ariyodamar (Adipati Palembang)

    Dari istri Chempo yang lain mempunyai anak bernama : Raden Husen (Raden Patah) yang mendirikan kerajaan Islam Demak.

    Dari istri dari Bakilen mempunyai anak bernama : Jaran Panoleh di Sampang Madura

    Sumber :
    1.Punjer Wali Songo – Silsilah Sayyid Jumadil Kubro Penyusun : H. Moch. Cholil Nasiruddin
    2.Silsilah Sayyid Jumadil Kubro wa Usulihi wa Furuíhi, dikutib dari Kitab Tarikh Auliya’ Mustofa Bisri – Rembang
    3.Silsilah Rasulullah dikutib dari keterangan K.H. Mahmud bin Muhtar bin Siddiq Al Khoyyathi PP Salafiyah Darul Ulum Pelumbon Cirebon Jawa Barat.

  11. R. Moh. Nur kholid

    asslamualaikum……..

    menurut pendapat dan pengetahuan saya ada beberapa hal yang harus diluruskan dari tulisan di atas, tapi memang banyak versi yang berkembang. yang jelas antara Ibrahim Asmarakandi dan Maulana Iskak bukan saudara kandung tapi saudara sepupu. yang saudara kandung adalah Jumadil Qubro (ayah Ibrahim Asmarakandi) dengan Jumadil Kabir (ayah maulana iskak). tapi kami salut dengan upaya teman2 untuk menelusuri para leluhur. selain itu Jumail Qubro hidup dimasa Raja majapahit Brawijaya V/ Kertabhumi, bukan Tribuana Tunggadewi – Hayam Wuruk.
    salam lestari….

  12. Alfin

    KalAu pengen Jelas masalah nasab dan di akuidan juga otetntik silah kan cari Nasab Alawiyyin,,
    yang jelas dari tulisan ARIF banyak ketidak cocokan,,
    wassalam

  13. maskan

    mohon maaf sebelum nya
    yang di maksud artikel di atas apakah apaah syeh jumadil qubro yang makam nya di jalan alteri yus sudarso dekat terminal terboyo semarang ,
    timbul pertanyaan mengapa makamnya di situ sedang beliau menghabiskan sisa waktunya di trowulan mojokerto
    saya orang semarag asli jadi setidaknya saya tahu bahwa di jl alteri yos sudarso terdapat makam yang banyak orang menyebut makam ” syeh jumadil qubro ”

    mohon penjelasannya

  14. dyah

    kl menurut pengtahuan yg sy baca… di yos sudarso tu petilasan, sedangkan makamnya ada di desa trowulan

  15. EDI SUFYAN

    AKU COCOK SEKALI KISAH-KISAH INI,KURASA SEBAGAI TAMBATAAN TUK KITA BERJUANG DAN HIDUP BIDA TAWAKKAL ALALLAH

  16. Al Ilyas

    Jikalau kalian tau masih ada Makam Wali Allah lebih tua dari pada Syech Jumadil Qubro yang telah disemayamkan di sekitar makam beliau,
    makamnya tak ada yang mengetahui, bahkan Syech Jumadil Kubro sendiri sangat menghormatinya,

    beliau masih keturunan Nabi yang ke-15. Sungguh kasihan makam beliu tidak diberi kijingan dan kadang diinjak-injak oleh peziarah, belaiu yang sepuh pernah bilang tidak terima jasadnya di injak-injak seperti itu.

Leave a Reply