Marning Jagung dikeringkan di bawah terik matahari

Pandanwangi Setra Industri Marning Jagung

Marning jagung adalah makanan ringan atau camilan yang sangat familiar bagi masyarakat. Camilan jenis ini dapat dihidangkan kapan saja, di mana saja dan momen apa saja kayaknya cukup pantas. Momen perayaan Idul Fitri biasanya hampir di setiap rumah senantiasa menghidangkan  marning jagung tersebut. Harga yang cukup terjangkau agaknya menjadi pilihan utama, di samping banyak digemari oleh banyak orang karena juga zat yang dikandungnya tidak banyak berisko tarhadap kesehatan.

Marning Jagung dikeringkan di bawah terik matahari

Di Kelurahan Pandawangi Kota Malang terdapat satu kampung yaitu Terongdowo atau lebih dikenal dengan sebutan Jalan Teluk Bayur, terdapat banyak produsen emping atau marning jagung. Ada sekitar 17 home industry milik warga Terongdowo ini yang sudah puluhan tahun menekuni usuha tersebut secara turun temurun.  Supeno (48 ) Koordinator paguyuban pengusaha marning Terongdowo sudah hampir 16 tahun menggeluti usaha yang diwariskan dari orang tuanya. Dengan penuh kesabaran dan kegigihanya kini usahanya cukup berkembang, sehingga mampu menyerap tenaga kerja dari warga sekitarnya.

Untuk memenuhi permintaan pasar, para pemilik usaha ini membuat beberapa macam olahan, baik rasa, kemasan, dan jenis marning itu sendiri. Pertama adalah marning biasa dengan ciri khas rasanya gurih dan renyah, kedua marning gepeng (pipih) dengan rasa gurih, rasa manis pedas, balado, keju, bawang, pedas.  Dengan banyak varian baik rasa maupun kemasananya, konsumen dapat memilih sesuai selera yan diinginkan. Harga yang ditawarkan  cukup murah, biasanya untuk marning biasa perkilo dijual Rp. 10.000,- sedangkan marning jagung yang beraneka rasa  dijual 12.500 perkilo.

Pangsa pasar marning jagung dari Pandawangi, selain memenuhi permintaan dalam kota juga telah banyak permintaan dari luar kota. Dengan kemampuan produksi  5 – 10 kwintal perhari dari tiap home industry, biasanya setiap pengiriman ke konsumen mencapai 5 ton perminggu.