Bahasa Madura dalam Ruang Pemaknaan The Others

Posted on 11. Jul, 2008 by JB Red in Kabar Budaya

brodin-150x150UBLIK-JB-II-Juli-2008. Pernah Nonton acara Din Brodin? Bagi masyarakat Jawa Timur yang punya pesawat televisi dan bisa menangkap gelombang Stasiun J-TV pasti pernah liat atau setidaknya mendengar tentang Din Brodin. Sebuah komedi situasi yang menampilkan tokoh bernama Brodin, orang yang ditampilkan sebagai sosok beretnis Madura dengan logat yang khas, lucu, konyol, lengkap dengan berbagai atribut “nyentrik” Madura ; songkok hitam, kaos loreng dan celana kolor hitam. Dalam panggung entertainment, khususnya pada aspek bahasa dan logat, Madura memang sering diproduksi sebagai komoditas humor. Waktu kecil kita mungkin juga mengenal sosok Mbok Bariyah, sang penjual rujak cingur dalam film Boneka Si Unyil. Dalam komedi Srimulat kita juga mengenal tokoh Kadir, yang menjadi lucu karena logat Madura-nya.

Seorang kawan Madura, sebut saja namanya Livo, mengaku merasa tersinggung melihat logat Madura hanya dijadikan bahan humor di televisi. Baginya fenomena seperti ini adalah pelecehan terhadap etnisnya. Sebenarnya tidak hanya Bahasa Madura yang sempat dijadikan sebagai bahan komedi, Bahasa Jawa Solo dan Bahasa Banyumas juga sering diperlakukan serupa dalam panggung hiburan. Hanya saja, tontonan tantang ke-Madura-an mungkin dirasakan lebih sensitif karena hal ini tidak hanya berkenaan dengan logat dan dialeg, lebih dari itu, ke-madura-an memiliki sensitivitas yang mengarah kepada ras dan etnis.

(more…)